Friday, July 29, 2011

Alis Mata


Alis mata merupakan salah satu objek untuk dirias pada wajah manusia. Bentuk alis memengaruhi riasan mata secara keseluruhan, sehingga wanita sering merapikan alis dengan cara mencabut, mencukur, atau menggunting untuk mendapat bentuk alis yang ideal.


Sebaliknya wanita dengan alis mata yang tipis karena bagian alis mata kurang ditumbuhi rambut bisa merias alis mata dengan pensil alis yang biasanya berwarna coklat alami. Selain itu, pensil alis digunakan untuk memanjangkan ujung alis mata pada pelipis agar mendapat panjang alis mata yang ideal.


Maskara berwarna hitam yang biasanya digunakan pada bulu mata juga dapat dipakai untuk membuat kesan alis mata yang lebih tebal.


Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. Alis mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.


Bentuk alis mata pada manusia biasanya bagaikan bulan sabit dengan lengkungan agak tajam di bagian pelipis. Tidak jarang juga dijumpai orang dengan alis mata bagian kiri dan bagian kanan yang bersambung menjadi satu.


Bentuk alis mata dan arah tumbuh rambut pada alis dimaksudkan agar keringat atau air bisa mengalir ke kening dan jatuh ke pipi, atau ke arah pipi melewati puncak hidung. Bentuk tulang dahi pada bagian alis mata juga ikut melindungi mata dari tetesan keringat dan air.


Alis mata juga berfungsi sebagai penahan berbagai macam kotoran yang bisa memasuki mata, seperti pasir, debu, dan ketombe. Selain itu rambut pada alis mata juga menambah kepekaan pada kulit untuk merasakan objek asing yang berada di dekat mata, misalnya serangga yang hendak masuk ke mata.


Dalam komunikasi antarmanusia, alis mata merupakan salah satu alat untuk mengungkapkan berbagai ekspresi, seperti takjub, marah, bingung, atau tidak paham.



Banyak wanita mengandalkan riasan untuk menyempurnakan kecantikannya. Bagi mereka yang tak mahir menjadikan wajah sebagai 'kanvas lukisan', riasan permanen atau make-up tato biasanya menjadi pilihan instan. Riasan permanen yang dikenal dengan micropigmentation ini paling populer diaplilasikan untuk alis. Orang biasa menyebutnya tato alis. Selain itu, ada juga tato eyeliner dan garis bibir. Ini memang sangat praktis karena tak perlu mengaplikasikan ulang setiap kali hendak bepergian. Riasan ini mampu menempel di wajah sesuai keinginan selama beberapa bulan. Hanya, di balik kepraktisannya, ada efek buruk yang mengancam. Seperti dikutip laman thestir.cafemom.com, sejumlah negara sudah mengeluarkan aturan ketat tentang penggunaaan make-up tato ini. 


"Aplikasi dari riasan permanen dapat mengakibatkan masalah serius, jangka panjang," demikian peringatan yang disampaikan badan pengawas keamanan mutu produk makanan dan obat Amerika Serikat (FDA). Perlu tingkat kewaspadaan tinggi sebelum memutuskan untuk menggunakan make-up tato pada wajah. 



Banyak jasa kecantikan tidak mengikuti prosedur penggunaan yang ditetapkan. Pastikan Anda melakukannya dengan dokter kecantikan terpercaya. Dalam kasus terburuk, make-up tato ini bisa menyebabkan infeksi kulit. Bahkan penyakit menular, seperti hepatitis. Reaksi alergi hingga kerusakan pigmen juga berpotensi terjadi untuk penggunaan make-up tato dalam jangka panjang tanpa perawatan. Make-up tato juga tak selalu menunjukkan hasil memuaskan.

0 comments:

Post a Comment