Thursday, June 26, 2014

Biologi



Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya.[1] Ilmu biologi modern sangat luas dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.
Subdisiplin biologi didefinisikan berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya: biokimia mempelajari kimia kehidupan; biologi molekuler terkait dengan interaksi antar molekul biologis; botani mempelajari biologi tumbuhan; biologi seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan, yaitu sel; fisiologi mempelajari fungsi fisik dan kimia jaringan, organ, dan sistem organ suatu organisme; biologi evolusioner meneliti proses yang menghasilkan keanekaragaman hayati; dan ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya.[2]

Arti Sahabat



Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.

Thursday, November 21, 2013

bronchitis


INSIDEN
            Bronchitis akut biasanya pada semua umur paling sering pada anak kurang dari 5 tahun, sedangkan bronchitis chronis lebih umum pada orang tua usia 50 tahun.

ETIOLOGI :
·         Infeksi virus : V influenza A dan B, para influenza, RSV, adenovirus, rhinovirus, coronavirus
·         Infeksi bakteri : mycoplasma, Chlamydia pneumonia, streptococcus pneumonia, moraxella, dan cataralis.
·         Rokok, asap rokok
·         Paparan iritasi : bahan-bahan kimia, polusi
·         Debu dan asap.
ANATOMI BRONCHUS
Bronchus merupakan lanjutan trachea yang terdapat diantara vertebra thoracalis IV dan thoracalis V. bronchus memiliki struktur yang sama dengan trachea yang dilapisi oleh jenis sel yang sama dengan trachea yang berjalan ke bawah menuju bagian ujung bawah paru.
Bronchus terbagi menjadi 2 cabang :
A.    Bronchus principalis dextra : panjangnya kurang lebih 2,5 cm masuk ke hilus pulmonalis paru kanan dan mempercabangkan bronchus lobularis superior. Pada bagian yang masuk ke hilus bronchus principalis dextra bercabang menjadi 3 bagian yaitu :
·         Bronchus loburalis medius
·         Bronchus loburalis inverior
·         Bronchus lobiralis superior
B.     Bronchus principalis sinestra lebih sempit dan lebih panjang serta lebih horizontal dibandingkan kanan panjangnya sekitar 5 cm berjalan ke dalam aorta dan di depan oesophagus, masuk ke hilus pulmonalis dan bercabang menjadi 2 yaitu :
·         Bronchus loburalis inverior
·         Bronchus loburalis superior
Tiap-tiap bronchiolus masuk ke dalam lobus dan bercabang lebih banyak dengan diameter 0,5 mm. Bronchioli merupakan tempat terjadinya pertukaran udara antara O2 dan CO2.

PATOFISIOLOGI
Bronchitis adalah suatu peradangan pada bronchus (saluran udara paru-paru). Dapat berupa hipersekresi mukus dan batuk produktif pronis berulang-ulang minimal selama 3 bulan pertama atau paling sedikit dalam 2 tahun berturut-turut yang diketahui tidak terdapat penyebab lain. Penyakit ini biasanya sembuh sempurna. Namun pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya : penyakit jantung, atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronchitis bias bersifat serius.

Ada 3 faktor yang mempengaruhi timbulnya bronchitis yaitu: rokok, infeksi dan polusi. Disamping itu ada hubungan dengan factor keturunan dan status social.

Bronchitis akut dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu: infeksi virus, yang paling umum virus influenza A dan B para influenza, adenovirus, rinovirus, dan coronavirus. Inveksi bakteri disebabkan oleh spesies mikoplasma, clamedia pnemoni, streptococcus, pneumonia, rokok dan asap rokok, paparan iritasi seperti polusi, bahan kimia, juga dapat menyebabkan iritasi bronchia akut, penyakit gastrofarialreflux.




DIAGNOSIS
A. GAMBARAN KLINIK
Batuk (batuk berdahak maupun tidak berdahak) selama 2-3 minggu. Dahak dapat berwarna jernih putih, kekuning-kuningan atau kehijauan. Demam biasanya ringan, rasa berat dan tidak nyaman di dada, sesak napas, rasa berat bernapas, kadang batuk darah, bunyi napas bengik atau ngik.

Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronchitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tertapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.

Pada bronchitis berat, setelah gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bias menetap selama beberapa minggu.

Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat, sering ditemukan bunyi napas bengik, terutama setelah batuk. Bronchitis biasa menjadi pneumonia.

B. PEMERIKSAAN FISIK
  • Pada paru dapat ditemukan bronchi basah kasar yang tidak tetap (dapat hilang atau pindah setelah batuk)
  • Wheezing dengan berbagai gradasi (perpanjangan ekspirasi hingga ngik-ngik) dan krepitasi.
  • Pasien tampak kurus barrel shape chest ( diameter anterior posterior meningkat).
  • Fremitus taktil dada tidak ada atau berkurang.
  • Perkusi dada hipersonor.
  • Batas paruh hari lebih rendah
  • Pekak jantung berkurang
  • Suara napas berkurang dengan ekspirasi memanjang

PEMERIKSAAN PENUNJANG
      Pemeriksaan sputum: pengecatan gram terdapat banyak leukosit PMN dan mungkin pula bakteri.








FOTO THORAX
      

  • Bronchitis kronis memperlihatkan tubular shadow berupa bayangan garis-garis pararel keluar dari hilus menuju apex paru dan corakan paru yang bertambah.
  • Tes fungsi paru:
Dapat memperlihatkan obstruksi jalannya napas yang ripersibel dengan menggunakan bronkodilator.

DIAGNOSIS BANDING
  1. Epiglotitis, yaitu suatu infeksi pada epiglotis yang biasa menyebabkan penyumbatan saluran pernapasan
  2. Bronkiolitis, yaitu suatu peradangan pada bronkiolus yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus
  3. Influenza, yaitu penyakit menular yang menyerang saluran napas dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virus influenza.
  4. Sinusitis, yaitu radang sinus paranasalis yaitu rongga-rongga yang terletak disamping kiri dan kanan hidung
  5. PPOK, yaitu penyakit paru kronik yang ditandai dengan hambatan aliran udara disaluran napas yang bersifat progresif nonreversible persial.
  6. Faringitis, yaitu peradangan pada tenggorokan (faring) yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  7. Asma, yaitu suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernapasan  (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran napas.
  8. Bronkiektasi, yaitu suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan yang besar.

KOMPLIKASI
Ø  Bronkopneunonia
Ø  Pneumonia
Ø  Pleuritis
Ø  Memperberat penyakit jantung
Ø  Penyakit jantung rematik
Ø  Hipotensi
Ø  Bronniektasis

PENATALAKSANAAN KOMPERENSHIF
  1. Memperbaiki kemampuan penderita mengatasi gejala, tidak hanya pada fase akut, tapi juga tunggal fase kronik.
  2. Memperbaiki kemampuan penderita dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari sesuai dengan pola kehidupannya.
  3. Mengurangi laju perkembangan penyakit dapat dideteksi lebih awal
  4. Tindakan suportif, dan menghindari merokok
  5. Oksigenasi pasien harus memadai
  6. Istirahat yang cukup
  7. Tatalaksana farmakoterapi :
a.    Antitusif (menekan batuk) DMP 15 mg 2-3 kali sehari, Codein 10 mg 3 kali sehari, Doveri 100 mg 3 kali sehari. Antitusif tidak dianjurkan pada anak usia <6 tahun.
b.   Ekspektoran :
Obat batuk pengencer dahak, obat yang digunakan GG, Bromheksin, Ambroxol dan lain-lain.
c.  Antipiretik:
     paracetamol dan sejenisnya
d.  Bronchoolilator:
      Salbutamol, terbutalin sulfat, teotilin, dan aninofilin.
e.  Antibiotika :
     Hanya digunakan jika dijumpai tanda-tanda infeksi dapat diberikan  Amoxicillin,
     Eritromisin, Spiramisin 3x500 mg/hari.
f.  Terapi lanjutan
     Terapi anti inflamasi sudah dimulai lanjutkan terapi hingga gejala menghilang paling
     sedikit 1 minggu.

RENCANA TINDAK LANJUT :
Pasien kontrol kembali setelah obat habis untuk dievaluasi terapi.

KONSELING DAN EDUKASI
Memberikan saran agar keluarga dapat :
  1. Memdukung perbaikan kemampuan penderita dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari
  2. Memotivasi pasien untuk tidak merokok
  3. Mengidentifikasi efek samping  obat seperti bronkiolilator, jantung berdebas lemah , dan keringat dingin.

KRITERIA RUJUKAN
Pada pasien keadaan umum buruk, perlu dirujuk ke rumah sakit yang memadai.

PROGNOSIS
Vitam : Dubia ad Bonam
Fungsionam : Dubia ad Bonam
Sanationam : Dubia ad Bonam.