Friday, October 21, 2011

Malc

Klick disini

Thursday, October 20, 2011

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

Keadaan suhu di bumi sekarang ini semakin hari semakin panas kita rasakan. Suhu pun tidak stabil. Cuaca yang tidak menentu membuat kehidupan di muka bumi ini terancam. Pembangunan gedung-gedung besar dan tinggi serta pembabatan hutan secara liar merupakan salah satu penyebab makin panasnya suhu bumi – karena tidak seimbangnya kadar karbon dioksida di udara dengan polusi yang ditimbulkan oleh msin-mesin industri, asap kendaraan bermotor, dan lain-lain. Selanjutnya…
Sejak revolusi industri tahun 1750, industrialisasi di dunia – khususnya di Eropa terus meningkat. Ini menyebabkan kadar gas yang berbahaya semakin tajam. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat orang lupa akan kelestarian lingkungannya, namun seiring dengan itu usaha-usaha perbaikan lingkungan pun juga gencar dilaksanakan.

PEMBAHASAN
A. Pengenalan Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakangan ini diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
Ketika radiasi matahari tampak maupun tidak tampak dipancarkan ke bumi, 10 energi radiasi matahari itu diserap oleh berbagai gas yang ada di atmosfer, 34% dipantulkan oleh awan dan permukaan bumi, 42% membuat bumi menjadi panas, 23% menguapkan air, dan hanya 0,023% dimanfaatkan tanaman untuk perfotosintesis.
Malam hari permukaan bumi memantulkan energi dari matahari yang tidak diubah menjadi bentuk energi lain seperti diubah menjadi karbohidrat oleh tanaman dalam bentuk radiasi inframerah. Tetapi tidak semua radiasi panas inframerah dari permukaan bumi tertahan oleh gas-gas yang ada di atmosfer. Gas-gas yang ada di atmosfer menyerap energi panas pantulan dari bumi.
Dalam skala yang lebih kecil – hal yang sama juga terjadi di dalam rumah kaca. Radiasi sinar matahari menembus kaca, lalu masuk ke dalam rumah kaca. Pantulan dari benda dan permukaan di dalam rumah kaca adalah berupa sinar inframerah dan tertahan atap kaca yang mengakibatkan udara di dalam rumah kaca menjadi hangat walaupun udara di luar dingin. Efek memanaskan itulah yang disebut efek rumah kaca atau ”green house effect”. Gas-gas yang berfungsi bagaikan pada rumah kaca disebut gas rumah kaca atau ”green house gases”.
B. Pengaruh Rumah Kaca
Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar matahari terdiri atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak. Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian atas, menyaring sebagian besar sinar ultraviolet. Uap air atmosfer dan gas metana dari pembusukan – mengabsorpsikan sebagian besar inframerah yang dapat dirasakan pada kulit kita sebagai panas. Kira-kira sepertiga dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksikan kembali ke atmosfer.
Sebagian besar sisanya akan diabsorpsikan oleh benda-benda lainnya. Sinar yang diabsorpsikan tersebut akan diradiasikan kembali dalam bentuk radiasi inframerah dengan gelombang panjang atau panas jika bumi menjadi dingin. Sinar dengan panjang gelombang lebih tinggi tersebut akan diabsorpsikan oleh karbon dioksida atmosfer dan membebaskan panas sehingga suhu atmosfer akan meningkat. Karbon dioksida berfungsi sebagai filter satu arah, tetapi menghambat sinar dengan panjang gelombang lebih untuk melaluinya dari arah yang berlawanan. Aktivitas filter dari karbon dioksida mengakibatkan suhu atmosfer dan bumi akan meningkat. Keadaan inilah yang disebut pengaruh rumah kaca.
Pengaruh karbon dioksida yang dihasilkan dari pencemaran udara berbentuk gas yang salah satunya adalah dari rumah kaca. Karbon dioksida mempunyai sifat menyerap sinar (panas) matahari yaitu sinar inframerah – sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi karenanya. Apabila kadar yang lebih ini merata di seluruh permukaan bumi, temperatur udara rata-rata di seluruh permukaan bumi akan sedikit naik, dan ini dapat mengakibatkan meleburnya es dan salju di kutub dan di puncak-puncak pegunungan, sehingga permukaan air laut naik.
C. Mekanisme Terjadinya
Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Kurang lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70% diserap oleh tanah, laut, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya. Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbon dioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi dihangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya. Efek penghangatan ini dikenal sebagai efek rumah kaca.
Sedangkan proses secara singkatnya yaitu ketika sinar radiasi matahari menembus kaca sebagai gelombang pendek sehingga panasnya diserapa oleh bumi dan tanaman yang ada di dalam rumah kaca tersebut. Untuk selanjutnya, panas tersebut di radiasikan kembali namun dengan panjang gelombang yang panjang(panjang geklombang berbanding dengan energi) sehingga sinar radiasi tersebut tidak dapat menembus kaca. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi dibandingkan dengan suhu yang di luar rumah kaca.
D. Dampak Rumah Kaca
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara Kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorpsinya. Energi yang masuk ke bumi mengalami: 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diabsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi.
Energi yang diabsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
E. Usaha Mengurangi Efek Rumah Kaca
Banyak hal gampang yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Caranya, kita bisa mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Selain hemat energi dan uang untuk bayar listrik, juga mengurangi polusi karena penggunaan bahan bakar. Rajin-rajin memanggil tukang servis AC. Carpooling atau berangkat bareng teman atau keluarga ke sekolah, tempat les, atau mal. Selain mengurangi kemacetan, kita juga menghemat energi. Saat mencetak tugas, usahakan memakai dua sisi kertas. Plastik adalah bahan yang sulit untuk diuraikan. Kalau dibakar, plastik akan menjadi zat racun atau polusi. Pemakaian kantong plastik saat belanja harus dikurangi. Seluruh plastik itu hanya menjadi sampah. Coba deh pakai tas karton atau tas kanvas.

PENUTUP
Kesimpulan
1. Efek rumah kaca menyebabkan kenaikan suhu bumi – sehingga mempengaruhi iklim secara global.
2. Namun demikian, efek rumah kaca juga berdampak positif, seperti tetap berlangsungnya kegiatan pertanian pada musim dingin oleh orang-orang Eropa.
3. Efek rumah kaca menimbulkan dampak-dampak negatif lainnya yang menyebabkan kerugian pada manusia dan makhluk hidup lainnya.
Saran
1. Penggunaan emisi gas karbon dioksida, mobil-mobil yang boros bahan bakar sebaiknya lebih diefisienkan.
2. Mengganti bahan bakar minyak dengan tenaga tata surya yang ramah lingkungan.
3. Penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida.
4. Penganekaragaman bahan bakar minyak, gas, tenaga listrik, bahkan tenaga tata surya.
5. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya melakukan pemeliharaan kendaraan emisi gas karbon dioksida atau dengan kata lain melaksanakan program Langit Biru untuk mengurangi kadar polusi udara yang sudah di ambang batas – terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
6. Efek rumah kaca yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan ekologi yang sulit ditebak, seperti perubahan suhu dan pola hutan yang mengurangi produktivitas pertanian.
7. Kerugian Indonesia di bidang pertanian karena perubahan iklim yang disebabkan oleh dampak efek rumah kaca diperkirakan sangat besar. ANGLAS (Asian Least Gost Greenhouse Gas Abatement Strategy) memaparkan bahwa efek rumah kaca mengakibatkan antara lain: naiknya permukaan air laut, krisis air bersih, meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai, dan menurunnya produksi pertanian.

RPP AKAR

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah                    : SMAN 100 MAKASSAR
Mata Pelajaran                  : Biologi
Kelas / Semester               : XI/1
Alokasi Waktu                   : 2 x 45 Menit

        I.            STANDAR KOMPETENSI 2
Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

      II.            KOMPETENSI DASAR 2.1
Megidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkannya dalam fungsinya.

    III.            INDIKATOR
A.      KOGNITIF
1.       Produk

1.       Mengidentifikasi berbagai jenis jaringan pada tumbuhan yang menyusun akar.

2.    Proses

1.       Melakukan pengamatan gambar pada struktur akar.

B.      AFEKTIF
1.       Karakter
Menunjukkan prilaku berkarakter, meliputi jujur, teliti, sopan, peduli, tanggung jawab, bekerja sama dan rasa ingin tahu dan menghargai pendapat teman.

2.       Keteramplan social
Menunjukkan keterampilan ssosial, meliputi: bertanya menyambungkan idea tau pendapat menjadi pendengar yang baik berkomunikasi dengan santun.


   IV.            TUJUAN PEMBELAJARAN
A.      Kognitif
1.       Siswa dapat membandingkan struktur anatomi akar monokoil dan dikotil melalui pengamatan gambar.

B.      Proses
1.       Siswa dapat melakukan pengamatan gambar pada akar.

     V.            MATERI PEMBELJARAN/URAIAN MATERI :
Struktur anatomi akar pada tumbuhan :
v  Secara umum struktur anatomi akar pada tumbuhan :
·         Epidermis terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapat.
·         Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis , dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas.
·         Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapisan sel yang tersusun rapat tampa ruang antar sel.
·         Stele (silindr pusat terletak disebelah dalam endodermis. Diantara stele terdapat berkas pengangkut.

v  Macam – macam jaringan yang terdapat pada akar dikotil :
·         Epidermis terletak dibagian luar akar yang berfungsi sebgai jalan masuk air dan garam mineral.
·         Korteks terletak di sebelah dalam epidermis berfungsi sebagai cadangan makanan.
·         Endodermis terletak pada lapisan dalam korteks dan di luar periskel berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh dan menyimpan zat makanan.
·         Perisikel terletak sebelah dalam lapisan endodermis berfungsi membentuk cabang akar dan cambium gabus.
·         Xylem terletk di bagian tengah akar berfugsi mengngkut air da garam minra dari tanah menu daun.
·         Floem terletk diantara jari-jari yang dibentuk oleh xylem berfungsi mengangkut zat makanan yang dibyuat daun menuju keseluruh bagian tubuh umbuhan.
·         Empulur terletk pada bagian tengah diantara bangunn bentuk bintang di dalam xylem berfungsi menyiman cadagan makanan.

v  Struktur anatomi akar monokotil :
·         Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi dan fungsi sperti pada aar tanaman dikotil.
·         Xylem dan floem seperti pada akar anaman dikotil tetapi letak keduanya saling brdekatan arna tidak memiliki kambum.
·         Empulur, terletak di bagian tengah yang dikelilingi xylem dan floem yang berseang-seling.
v  Gambar struktur anatomi akar tumbuhan dikotil dan monokotil


   VI.            MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model pembelajaran   : kooperatif tipe STAD
Metode pembeajaran : pengamaan gambar, diskusi, Tanya jawab.

 VII.            LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN






NO
Langkah Langkah Pembelajaran
fase
Waktu
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa
1
Pendahuluan
v  Kegiatan awal
v  Memberikan kesempatan kepda ketua kelas untuk memimpin doa (religius)

v  Memberikan sedikit ulasan tentang jaringan pada tumbuhan.


v  Menyebutkan SK, KD, dan indicator tentng materi yang diajarkan.



Kegiatan Inti
v  Memberikan gambaran ulang tentang materi jaringan yang telah diajarkan sebelumnya.

v  Menyebutkan secara umum struktur anatomi akar pada tumbuhan

v  Menjelaskan secara umum stuktur natomi akar pada tumbuhan.


v  Menyampaikan informasi tentang perbedaan struktur anatomi akar dikotil dengan strukur anatomi akar monokoil


v  Ketua kelas memimpin doa dan siswapun ikut bedoa menurut keyakinannya masing-masing.

v  Menyimak dan mencatat apa yang perlu diketahui (hl-hal yang penting).


v  Menyimak  SK, KD, dan indikator tentang materi yang akan diajarkan.




v  menyimak kembali materi yang telah diajarkan oleh guru.



v  Menyimak struktur anatomi akar yang telah disebutkan oleh guru.


v  Menyimak strukur anatomi akar yang telah dijelaskan oleh guru.



v  Menyimak informasi yang diampaikan oleh guru.


1





















2




3



4




5



10





















33

















v  Mempersilahkan siswa unuk mengisi LKS

v  Mempersilahkan siswa untuk berdikusi kelompok


Kegiatan akhir
v  Meberikan pujian kepada siswa yang paling tangkap tentang materi yang diberikan


v  Memprsilahkan siswa untuk beristirahat.

v  Mengisi LKS


v  Berdikusi kelompok




v  Mersa senng dan gembira.





v  Meninggalkan tempat untk beristirahat.

6







7









3



VIII.  SUMBE BLAJAR/MEDIA PEMBELAJARAN

Sumber                         : buku paket Biologi Sunda Kelapa Pustaka Kls 67 – 69
          : lembar kegiatan siswa yang diterbitkan oleh musyawarah guru mata peljaran             Biologi   kota Makassar .
Media pembelajaran : Power Poin (lap top / LCD

    IX.  PENILAIAN DAN POGRAM TINDAK LANJUT
Prosdur penilian
Penilaian Kognitif : terlampir :
·         Jenis penilain             : penilaian kogniif terlampir
·         Benuk Instrumen      : Uraian, Esay

         Peilaian keterampilan sosial : terlampir

         Program tindak lanjut :
-          Siswa yang tuntas KKM diberi program pengayaan
-          Siswa yang tidak tuntas diberi program remedial.
INSTRUMEN
Penilaian Kognitif
v  Petunjuk :

Jawablah pertanyaan ini dengan ingkat dan benar !
1.       Tuliskn 4 struktur anatomi pada tumbuhan secara umum?
2.       Jelaskan perbedaan struktur anatomi akar pada tumbuhan dikotil dengan struktur anatomi pada tumbuhan monokotil?

NO
Kunci Jawaban
Skor
1



2










3


















4
Jaringan pada tumbuhan ada 2 yaitu :
·         Meristem (embrional)
·         Permanen (dewasa)

:Secara umum struktur anatomi akar pada tumbuhan :
·         Epidermis terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapat.
·         Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis , dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas.
·         Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapisan sel yang tersusun rapat tampa ruang antar sel.
·         Stele (silindr pusat terletak disebelah dalam endodermis. Diantara stele terdapat berkas pengangkut.

v  Macam – macam jaringan yang terdapat pada akar dikotil :
·         Epidermis terletak dibagian luar akar yang berfungsi sebgai jalan masuk air dan garam mineral.
·         Korteks terletak di sebelah dalam epidermis berfungsi sebagai cadangan makanan.
·         Endodermis terletak pada lapisan dalam korteks dan di luar periskel berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh dan menyimpan zat makanan.
·         Perisikel terletak sebelah dalam lapisan endodermis berfungsi membentuk cabang akar dan cambium gabus.
·         Xylem terletk di bagian tengah akar berfugsi mengngkut air da garam minra dari tanah menu daun.
·         Floem terletk diantara jari-jari yang dibentuk oleh xylem berfungsi mengangkut zat makanan yang dibyuat daun menuju keseluruh bagian tubuh umbuhan.
·         Empulur terletk pada bagian tengah diantara bangunn bentuk bintang di dalam xylem berfungsi menyiman cadagan makanan.


v  Struktur anatomi akar monokotil :

·         Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi dan fungsi sperti pada aar tanaman dikotil.
·         Xylem dan floem seperti pada akar anaman dikotil tetapi letak keduanya saling brdekatan arna tidak memiliki kambum.
·         Empulur, terletak di bagian tengah yang dikelilingi xylem dan floem yang berseang-seling.


1
1


2
2


2


2



1

1


1

1

1

1


1





1

1

1




































Jumlah
20

Nilai        =             skor perolehan     X100
Skor makimal
Intstrumen penilaian Kognitif



NO

Nama
Nilai yng diperoleh pada K.D.2.1

Nilai
Keterangan
   NH
   NT
   NA
   RM
Tuntas
Tidak tuntas

1.        
2.        
3.        
4.        
5.        
dst










Ket: NH   : Nilai ulangan harian
                        NT    : Nilai tuga
        NA    : Nilai akhir (penggabngan NH dengan NT)
        RM   : Nilai remedial (bagi siswa yang nilainya belum mencapaiKKN)


Penilaian afektif


NO

Nama siswa
Skor peroleha setiap aspek

Nilai

Indikator (Aspek yang dinilai)


1
2
3
4
5
6
7
8
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
dst










1.       Tepat waktu menikuti PM
2.       Keaktifan dalam PBM
3.       Satun terhadap guru dan temanya
4.       Tanggung jawab
5.       Menghargai pendapa orang lain
6.       Ketelitian
7.       Ketekunan
8.       Presentase kehadiran dikelas

Pedoman penilaian
1.       Skor 32-40 = amat baik
2.       Skor 24-31 = baik
3.       Skor 16- 23 = cukup
4.       Skor 8-15 = kurang



Mengetahui instruktur biologi                                                    Makassar, 21 Desember 2011


Mengetahui Guru Pamong                                                          Mahasiswa PPL


Drs. Domen G.                                                                                   Abdul Muhaimin.                                             NIP:1967 1341 19940 2 022                                                               NIM:20403108005
               

Dosen Pembimbin



Drs. Estiti , M.Si
Nip:1962123 3498803 1 022